Nasional

Dirut PTPN IV PalmCo Diminta Evaluasi Manajemen Kebun Bukit Lima Usai Dugaan Pencurian TBS Massal

×

Dirut PTPN IV PalmCo Diminta Evaluasi Manajemen Kebun Bukit Lima Usai Dugaan Pencurian TBS Massal

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Gambar ilustrasi sumber google

Simalungun – Singkap.id

Maraknya aksi pencurian Tandan Buah Segar (TBS) di areal perkebunan milik PTPN IV PalmCo Regional II Unit Kebun Bukit Lima, Kabupaten Simalungun, disebut telah menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi perusahaan. Selain berdampak pada kerugian produksi, aksi tersebut juga dinilai mengganggu stabilitas pasokan ke pabrik serta merusak infrastruktur kebun.

Insiden pencurian TBS dalam jumlah besar dilaporkan terjadi pada malam 17 Mei 2026 di areal Afdeling III Unit Kebun Bukit Lima Regional II. Berdasarkan informasi yang dihimpun Singkap.id, para pelaku diduga menggunakan mobil dan kendaraan langsir untuk mengangkut hasil curian keluar dari areal perkebunan.

Yang menjadi sorotan, tidak terlihat adanya upaya pencegahan maupun tindakan penangkapan dari petugas pengamanan kebun saat aksi berlangsung. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap aktivitas pencurian yang diduga berlangsung hingga menjelang pagi.

Baca Juga  Sorotan terhadap Operasional Kebun Bukit Lima, Publik Desak Manajemen PTPN IV Regional II Berikan Klarifikasi

Seorang saksi mata yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku melihat langsung aktivitas pengangkutan TBS dari dalam areal kebun.

“Kami lihat kendaraan langsir masuk ke dalam kebun lewat dari pos palang dan daerah batu-batu. Mereka mengangkut TBS, tapi tidak ada yang menangkap. Bahkan petugas di pos palang juga tidak terlihat. Diperkirakan sekitar empat ton TBS dibawa keluar sampai pagi hari,” ungkap saksi kepada Singkap.id

Muncul pula dugaan keterlibatan oknum pengamanan serta Mandor Satu yang disebut-sebut mengetahui aktivitas tersebut namun tidak melakukan tindakan. Dugaan itu semakin menguat setelah aksi pencurian disebut dapat berlangsung dalam waktu cukup lama tanpa hambatan berarti.

Pengawasan internal jajaran manajemen kebun pun ikut menjadi sorotan. Sejumlah pihak menilai lemahnya pengawasan dari Asisten Afdeling III, Asisten Personalia dan Keamanan (APK), Asisten Kepala (Askep), hingga Manajer Kebun menjadi salah satu faktor yang menyebabkan maraknya pencurian TBS di wilayah tersebut.

Baca Juga  Rektor UNRI Prof. Sri Indarti Hadiri Halal Bi Halal IKA UNRI di Tangerang, Terima Kalender PPWI Go To UN 2026

Atas kondisi itu, sejumlah kalangan mendesak Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen Unit Kebun Bukit Lima guna mencegah kerugian perusahaan yang lebih besar di kemudian hari.

Sementara itu, Singkap.id telah berupaya mengonfirmasi dugaan pencurian tersebut kepada Manajer Grup, M.E. Lahagu. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi terkait insiden tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *