Nasional

Sorotan terhadap Operasional Kebun Bukit Lima, Publik Desak Manajemen PTPN IV Regional II Berikan Klarifikasi

×

Sorotan terhadap Operasional Kebun Bukit Lima, Publik Desak Manajemen PTPN IV Regional II Berikan Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Buah TBS Mentah yang Dipanen di Afdeling III Unit Kebun Bukit Lima

Bukit Lima, Simalungun – Singkap.id

Sejumlah temuan di lapangan terkait operasional dan pemeliharaan tanaman di Unit Kebun Bukit Lima PTPN IV Regional II kembali menjadi perhatian publik. Berbagai kondisi yang ditemukan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan, pelaksanaan program pemeliharaan, hingga tata kelola produksi di salah satu unit perkebunan milik negara tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan di beberapa areal kebun, masih ditemukan Tandan Buah Segar (TBS) restan yang belum terangkut ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan kualitas buah akibat keterlambatan pengolahan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi rendemen minyak sawit dan produktivitas perusahaan.

Selain persoalan buah restan, perhatian juga tertuju pada kondisi sejumlah Tempat Pengumpulan Hasil (TPH), khususnya di Afdeling II dan III. Di lokasi tersebut ditemukan berondolan yang tidak dikutip dan dibiarkan menumpuk hingga sebagian mengalami pembusukan. Padahal, berondolan merupakan bagian dari hasil panen yang memiliki nilai ekonomis dan berkontribusi langsung terhadap pendapatan perusahaan.

Baca Juga  Rektor UNRI Prof. Sri Indarti Hadiri Halal Bi Halal IKA UNRI di Tangerang, Terima Kalender PPWI Go To UN 2026

Sorotan lainnya muncul pada pelaksanaan pekerjaan tunasan tanaman kelapa sawit. Dari hasil pengamatan di lapangan, pekerjaan tunasan diduga lebih banyak difokuskan pada tanaman yang berada di sepanjang jalan utama, sementara pada areal bagian dalam masih ditemukan banyak pohon yang belum ditunas sesuai standar pemeliharaan yang berlaku. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pemerataan dan kualitas pelaksanaan program perawatan tanaman.

Pemeliharaan areal kebun juga menjadi perhatian serius setelah ditemukan sejumlah blok di Afdeling II dan III yang masih dipenuhi anak kayuan dan gulma hingga menyerupai semak belukar. Temuan ini memunculkan dugaan belum optimalnya pelaksanaan pekerjaan pengendalian gulma melalui pendongkelan maupun penyemprotan (cemisan), meskipun kegiatan tersebut diketahui merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin yang telah dianggarkan perusahaan.

Baca Juga  Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santosa Diminta Copot Maskep PKS Sei Mangkei, Diduga Alergi Terhadap Konfirmasi Wartawan

Di sektor produksi, ditemukan pula indikasi adanya tandan buah yang belum memenuhi kriteria matang panen namun telah dipanen. Informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan praktik tersebut diduga dilakukan untuk mengejar target produksi. Apabila benar terjadi, kondisi itu berpotensi bertentangan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) panen yang diterapkan perusahaan dan dapat berdampak terhadap kualitas hasil produksi.

Fungsi pengawasan di Afdeling III turut menjadi sorotan. Tingginya temuan berondolan yang tertinggal di lapangan serta berbagai persoalan operasional lainnya dinilai menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap efektivitas pengawasan produksi dan pemanenan. Sejumlah pihak menilai penguatan kontrol lapangan menjadi langkah penting guna mencegah potensi kehilangan hasil dan menjaga produktivitas kebun.

Berbagai temuan tersebut mendorong munculnya desakan agar manajemen PTPN IV Regional II segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Penjelasan dari pihak perusahaan dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang sekaligus memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional, pemeliharaan tanaman, dan pengelolaan produksi di Unit Kebun Bukit Lima telah berjalan sesuai standar perusahaan.

Baca Juga  Dirut PTPN IV PalmCo Diminta Evaluasi Manajemen Kebun Bukit Lima Usai Dugaan Pencurian TBS Massal

Sebagai perusahaan perkebunan milik negara yang mengelola aset strategis nasional, PTPN IV diharapkan mampu menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Evaluasi terhadap kinerja manajemen kebun, efektivitas pengawasan lapangan, serta realisasi program pemeliharaan dinilai perlu dilakukan guna meminimalkan potensi kerugian perusahaan dan menjaga keberlanjutan produktivitas kebun.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN IV Regional II masih diharapkan memberikan tanggapan dan klarifikasi resmi terkait berbagai temuan yang menjadi perhatian publik tersebut. Klarifikasi tersebut diperlukan demi tersajinya informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *